
Perbandingan Motor Listrik vs Bensin 2026: Biaya, Performa, dan Kenyamanan
Memilih antara motor listrik dan motor bensin bukan lagi sekadar soal selera. Dengan semakin banyaknya model motor listrik yang tersedia dan biaya operasional yang jauh lebih murah, semakin banyak orang yang mulai mempertimbangkan untuk beralih. Tapi sebelum memutuskan, ada baiknya kamu memahami perbandingan keduanya secara objektif.
Biaya Operasional: Motor Listrik Jauh Lebih Murah
Ini adalah keunggulan paling mencolok dari motor listrik. Biaya konsumsi energi motor listrik hanya sekitar Rp42 per kilometer, sementara motor bensin membutuhkan Rp200 hingga Rp250 per kilometer jika menggunakan Pertalite atau Pertamax.
Untuk penggunaan harian 50 km, motor bensin menghabiskan Rp10.000 hingga Rp16.250, sementara motor listrik hanya Rp2.100. Dalam sebulan, selisihnya bisa mencapai Rp300.000 hingga Rp400.000.
Belum lagi biaya perawatan. Motor bensin memerlukan penggantian oli mesin, oli gardan, busi, filter udara, dan servis rutin lainnya. Total biaya servis tahunan motor bensin bisa mencapai Rp1,49 juta, sementara motor listrik hanya Rp150.000 hingga Rp200.000.
Performa dan Kenyamanan
Motor listrik menawarkan akselerasi instan karena torsi maksimalnya tersedia sejak putaran nol. Ini membuatnya sangat responsif di tanjakan dan saat menyalip. Suaranya juga jauh lebih senyap, memberikan pengalaman berkendara yang lebih tenang.
Motor bensin, di sisi lain, memberikan sensasi mekanis yang lebih “hidup”. Getaran mesin dan suara knalpot yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian pengguna.
Jarak Tempuh dan Pengisian Daya
Inilah kelemahan utama motor listrik saat ini. Jarak tempuh motor listrik rata-rata hanya 60 hingga 130 km per pengisian, tergantung model dan kapasitas baterai. Sementara motor bensin bisa menempuh 200 km atau lebih dengan satu tangki penuh.
Waktu pengisian daya motor listrik juga jauh lebih lama. Mengisi baterai hingga penuh membutuhkan 4 hingga 7 jam di rumah. Sementara mengisi bensin di SPBU hanya membutuhkan beberapa menit.
Namun, jika kamu menggunakan motor listrik untuk mobilitas harian dalam kota dengan jarak tempuh di bawah 50 km per hari, keterbatasan ini biasanya tidak menjadi masalah.
Biaya Kepemilikan Jangka Panjang
Dalam jangka panjang, motor listrik unggul dalam hal biaya operasional. Dengan jarak tempuh 12.000 km per tahun, biaya listrik motor listrik hanya sekitar Rp404.111 per tahun. Sementara motor bensin bisa menghabiskan Rp4,2 juta hingga Rp6,6 juta per tahun untuk bahan bakar dan perawatan.
Tapi ada satu komponen yang perlu diperhatikan: baterai. Baterai motor listrik memiliki umur pakai terbatas. Jika harus diganti, biayanya bisa mencapai Rp3,5 juta hingga Rp4 juta untuk baterai SLA, atau lebih mahal untuk baterai lithium.
Ketersediaan Infrastruktur
Jaringan SPBU sudah sangat luas dan tersedia di mana-mana. Sementara stasiun pengisian daya untuk motor listrik masih terbatas, meskipun terus bertambah. Untuk pengisian di rumah, kamu memerlukan stopkontak yang memadai dan waktu pengisian yang cukup.
Kesimpulan
Motor listrik unggul dalam biaya operasional yang jauh lebih murah, perawatan yang lebih sederhana, dan kenyamanan berkendara yang lebih senyap. Motor bensin tetap lebih praktis untuk perjalanan jauh karena pengisian bahan bakar yang cepat dan jaringan SPBU yang luas.
Jika mobilitas harianmu dalam kota dan jarak tempuhnya di bawah 50 km per hari, motor listrik adalah pilihan yang sangat ekonomis. Tapi jika kamu sering melakukan perjalanan jauh atau tinggal di daerah dengan infrastruktur pengisian daya yang terbatas, motor bensin masih menjadi pilihan yang lebih praktis.