Harga Minyak Bumi Oktober 2026 Naik: Brent Tembus US$100, WTI di US$90

Grafik kenaikan harga minyak bumi Brent dan WTI Oktober 2026

Harga Minyak Bumi Oktober 2026 Naik: Brent Tembus US$100, WTI di US$90

Harga minyak bumi kembali menjadi sorotan. Memasuki Oktober 2026, harga minyak mentah Brent masih bertahan di atas level US$100 per barel**, sementara West Texas Intermediate (WTI) stabil di kisaran **US$90 per barel. Kenaikan ini bukan tanpa sebab. Ada kombinasi antara ketegangan geopolitik, kebijakan pasokan, dan permintaan global yang masih solid.

Pergerakan Harga Terbaru

Pada Selasa, 7 Oktober 2026, harga Brent diperdagangkan di level US$101,51 per barel**, naik 93 sen atau 0,92 persen. Sementara WTI berada di **US$90,25 per barel, naik 82 sen atau 0,92 persen. Ini adalah level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, pada 1 Oktober 2026, Brent bahkan sempat menyentuh **US$100,09 per barel**, naik 2,1 persen atau US$2,06 dibandingkan penutupan sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Penyebab Kenaikan

Ada beberapa faktor yang membuat harga minyak tetap tinggi.

Pertama, ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang masih berlangsung di kawasan tersebut membuat pasar khawatir terhadap potensi gangguan pasokan. Serangan terhadap infrastruktur minyak sempat membuat harga melonjak.

Kedua, kebijakan G7. Negara-negara G7 sempat melepaskan cadangan strategis untuk menstabilkan pasar. Tapi dampaknya tidak bertahan lama.

Ketiga, pemulihan ekspor dari Arab Saudi. Menteri Energi Saudi Arabia menyatakan bahwa sekitar 5,8 juta barel minyak per hari telah dipompa melalui pipa Timur-Barat untuk mempertahankan ekspor di tengah risiko transportasi.

Dampak bagi Indonesia

Bagi Indonesia, harga minyak yang tinggi memiliki dua sisi. Di satu sisi, ini menguntungkan bagi penerimaan negara dari sektor migas. Tapi di sisi lain, subsidi energi dan beban APBN bisa membengkak. BeritaSatu melaporkan bahwa kenaikan harga minyak bisa menambah defisit APBN hingga Rp6,8 triliun.

Harga minyak yang tinggi juga berdampak pada harga BBM di dalam negeri. Pada periode 1 Oktober 2026, harga Pertalite naik 172 rupiah per liter menjadi Rp8.000 per liter, sementara Pertamax naik 102 rupiah menjadi Rp12.500 per liter.

Proyeksi ke Depan

Untuk beberapa waktu ke depan, harga minyak diproyeksi masih akan bertahan di level tinggi. Faktor geopolitik masih menjadi penentu utama. Jika ketegangan di Timur Tengah mereda dan pasokan global pulih, harga bisa turun. Tapi jika eskalasi meningkat, bukan tidak mungkin Brent akan kembali menyentuh level tertinggi tahun ini.

Yang jelas, harga minyak bumi tetap menjadi salah satu indikator paling penting dalam perekonomian global. Dan untuk saat ini, level US$100 per barel tampaknya masih menjadi titik acuan yang sulit dilepaskan.

← Sebelumnya Rumania vs Swedia 0-1: Gyokeres Jadi Pembeda, Tricolorii Terbenam di Dasar Selanjutnya → Cara Menghemat BBM di Musim Hujan: 7 Tips yang Terbukti Efektif
Avatar photo
Tentang Nurriyan Firmansyah

Berlatar belakang IT dan technical support, menulis tutorial HP, aplikasi, dan alat AI yang dicoba langsung sebelum dipublikasikan.

2 pemikiran pada “Harga Minyak Bumi Oktober 2026 Naik: Brent Tembus US$100, WTI di US$90”

Tinggalkan komentar