
Albania 2-1 San Marino: Penalti Asllani di Menit 93 Selamatkan Tuan Rumah
Albania nyaris mengalami malam yang memalukan. Tapi Kristjan Asllani datang sebagai penyelamat. Gelandang Inter Milan itu mencetak dua gol, termasuk penalti dramatis di menit ke-93, untuk membawa Albania menang 2-1 atas San Marino di Air Albania Stadium, Tirana, Selasa malam waktu setempat.
Kemenangan ini membawa Albania ke puncak klasemen Grup C1 Liga C. Tapi jalan menuju tiga poin itu jauh dari mulus.
Asllani Buka Keunggulan, Albania Gagal Menambah Gol
Albania memulai pertandingan dengan percaya diri. Mereka mencetak gol pembuka pada menit ke-11 melalui tendangan jarak jauh Asllani yang menghujam gawang San Marino. Gol itu membuat stadion bergemuruh, dan sepertinya Albania akan menang dengan mudah.
Tapi ternyata tidak. Albania menciptakan banyak peluang, tapi selalu gagal memanfaatkannya. Manaj membentur tiang gawang. Hoxha, Mehmeti, dan Uzuni juga menyia-nyiakan peluang emas. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 1-0.
San Marino Menyamakan, Albania Panik
Memasuki babak kedua, San Marino tampil lebih berani. Hasilnya datang pada menit ke-66. Lorenzo Lazzari, yang tidak dijaga dengan baik di dalam kotak penalti, memanfaatkan umpan silang dan mencetak gol penyama kedudukan. Air Albania Stadium mendadak senyap.
Albania terus menekan, tapi pertahanan San Marino tampil rapat. Pelatih Albania memasukkan pemain-pemain ofensif, tapi gol kemenangan tidak kunjung datang. Hingga akhirnya, pada menit ke-91, VAR memutuskan bahwa ada pelanggaran di kotak penalti San Marino. Penalti untuk Albania.
Asllani Jadi Pahlawan
Asllani maju sebagai eksekutor. Dengan tenang, ia mengecoh kiper San Marino dan mencetak gol kemenangan pada menit ke-93. Stadion meledak. Albania selamat dari rasa malu.
“Kami tahu ini tidak akan mudah. San Marino bertahan dengan sangat baik. Tapi kami tidak menyerah, dan pada akhirnya kami mendapatkan hasil yang kami inginkan,” ujar Asllani usai pertandingan.
Klasemen dan Peluang
Dengan kemenangan ini, Albania mengoleksi poin penuh dan naik ke puncak klasemen Grup C1. Mereka masih punya peluang besar untuk lolos ke babak berikutnya. San Marino, meskipun kalah, bisa pulang dengan kepala tegak. Mereka memberikan perlawanan sengit dan nyaris mencuri satu poin dari kandang Albania.
Bagi Albania, pertandingan ini menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, tidak ada lawan yang bisa dianggap enteng. Bagi San Marino, ini adalah bukti bahwa mereka tidak selalu menjadi bulan-bulanan.