Montenegro vs Armenia 0-0: Peluang Terbuang, Tren Kemenangan Terhenti

Pemain Montenegro berduel dengan pemain Armenia di Nations League

Montenegro vs Armenia 0-0: Peluang Terbuang, Tren Kemenangan Terhenti

Montenegro harus puas berbagi poin dengan Armenia setelah pertandingan matchday keempat UEFA Nations League Grup C2 berakhir tanpa gol, 0-0. Laga yang berlangsung di Stadion Pod Goricom, Podgorica, Selasa dini hari WIB, 6 Oktober 2026, menjadi malam yang mengecewakan bagi tuan rumah.

Montenegro datang dengan modal tiga kemenangan beruntun. Mereka tampil percaya diri dan mendominasi pertandingan sejak menit awal. Tapi dominasi itu tidak berbuah gol. Armenia, yang bermain bertahan rapat, berhasil mencuri satu poin dari kandang lawan.

Dominasi Tanpa Penyelesaian

Statistik pertandingan menunjukkan betapa dominannya Montenegro. Mereka mencatatkan sembilan tembakan, tapi hanya dua yang mengarah ke gawang. Armenia bahkan tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.

Masalah Montenegro terletak pada penyelesaian akhir. Stevan Jovetic dan rekan-rekan terus menggempur pertahanan Armenia, tapi selalu gagal menemukan celah. Armenia bermain dengan disiplin tinggi, menumpuk pemain di lini belakang, dan mengandalkan serangan balik cepat.

Mirko Vucinic, pelatih Montenegro, mengakui bahwa timnya kesulitan menembus pertahanan rapat Armenia. “Mereka datang hanya untuk bertahan. Para pemain sudah berusaha maksimal, tapi kami tidak bisa mencetak gol,” ujarnya usai pertandingan.

Armenia Bertahan dengan Efektif

Bagi Armenia, hasil ini adalah pencapaian yang layak diapresiasi. Bermain di kandang lawan yang sedang dalam performa terbaik, mereka berhasil menahan imbang tuan rumah tanpa kebobolan. Strategi bertahan rapat yang diterapkan pelatih mereka berjalan nyaris sempurna.

Armenia memang tidak mencatatkan tembakan tepat sasaran. Tapi mereka berhasil membatasi ruang gerak pemain-pemain kreatif Montenegro. Setiap kali Jovetic atau rekan-rekan mencoba menusuk, selalu ada pemain Armenia yang siap menghalau.

Peluang yang Terbuang

Montenegro sebenarnya punya beberapa peluang emas. Sundulan Stefan Loncar pada menit ke-86 hampir saja menjadi gol kemenangan. Tapi bola masih bisa diantisipasi kiper Armenia. Beberapa peluang lain juga terbuang sia-sia.

Kekecewaan terlihat jelas di wajah para pemain Montenegro setelah peluit panjang berbunyi. Mereka sadar bahwa ini adalah dua poin yang hilang, bukan satu poin yang didapat. Di kompetisi sekalipun, hasil imbang di kandang sendiri bisa berdampak besar pada peluang lolos.

Klasemen dan Peluang ke Depan

Dengan hasil ini, Montenegro mengoleksi 10 poin dari empat pertandingan. Mereka masih memimpin Grup C2, tapi keunggulan itu bisa terancam jika pesaing terdekat mereka meraih kemenangan. Armenia menambah satu poin dan masih punya peluang untuk bersaing, meski posisi mereka belum aman.

Montenegro harus segera bangkit. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian berat, terutama jika mereka harus bermain di kandang lawan. Kemampuan mencetak gol menjadi PR besar yang harus segera diselesaikan.

Armenia, di sisi lain, bisa sedikit tersenyum. Satu poin dari kandang Montenegro bukan hasil yang buruk. Tapi mereka juga sadar bahwa bermain bertahan sepanjang pertandingan bukanlah strategi yang bisa diandalkan terus-menerus. Mereka perlu lebih berani menyerang jika ingin meraih hasil lebih baik di pertandingan berikutnya.

← Sebelumnya Italia vs Turki 3-1: Scamacca Buka Jalan, Azzurri Naik ke Peringkat Dua Selanjutnya → Rumania vs Swedia 0-1: Gyokeres Jadi Pembeda, Tricolorii Terbenam di Dasar
Avatar photo
Tentang Nurriyan Firmansyah

Berlatar belakang IT dan technical support, menulis tutorial HP, aplikasi, dan alat AI yang dicoba langsung sebelum dipublikasikan.

Tinggalkan komentar